Showing posts with label Pendidikan. Show all posts
Showing posts with label Pendidikan. Show all posts

Thursday, May 29, 2014

Cara Membuat Video Slideshow Dengan Menggunakan Microsoft Power Point 2010


Bagaimana sih cara membuat video slideshow dengan menggunakan microsoft prower point 2010?

Karena sekarang jamannya video marketing, tidak ada salahnya kita belajar membuat video kreasi sendiri. Cara membuat videonya bisa menggunakan :
  1. Screencast-O-Matic
    Merekam video yang ada di layar secara live
  2. Create Videos via Youtube
    Ada 4 cara yaitu : Webcam capture, Photo slideshow, Google+ Hangouts On Air, Video Editor
  3. Membuat Video Slide Show menggunakan Microsoft Power Point (2010)
Nah sekarang kita sedang membahas cara membuat video yang ketiga nih yaitu dengan menggunakan microsoft power point 2010 (PPT 2010).

Caranya :
  1. Siapkan Slide
  2. Pilih Design yang menarik
  3. Edit Transisi
  4. Edit Animasi
  5. Atur Durasi Animasi
  6. Record Slideshow atau bisa juga pakai Rehearse Timings
Penjelasan lengkapnya bisa lihat video berikut ini


Praktek dulu, misal ada yang kurang jelas, tanyakan di kolom komentar. Itu aja sih pesan terakhir dari artikel cara membuat video slideshow dengan menggunakan ppt 2010.

Terima kasih

Saturday, April 19, 2014

Teori Akuntansi Sektor Publik

Teori Akuntansi Sektor Publik
Bagi yang mau download materi tentang teori akuntansi sektor publik, link downloadnya ada di bawah ya.... Ini juga hasil browsing di internet. Yang berminat dengan materi teori akutansi sektor publik, tidak perlu ijin untuk mengunduhnya.


Isi materi :
  • Tiga karakteristik dasar teori
  • Tujuan mempelajari teori akuntansi
  • Hambatan pembuatan laporan keuangan sektor publik
  • Tehnik akuntansi sektor publik
  • Standar akuntansi sektor publik
  • Perlunya sistim akuntansi sektor publik



Additional Keyword
- Download makalah teori akuntansi sektor publik
- Teori akuntansi sektor publik.pdf
- Teori akuntansi sektor publik.doc
- Makalah teori akuntansi sektor publik

Saturday, March 08, 2014

Tarif dan Perhitungan PPh Pasal 23


Tarif dan Perhitungan PPh Pasal 23
Sebesar 15% dari jumlah bruto atas :
  1. Deviden
  2. Bunga termasuk premium, diskonto, dan imbalan sehubungan dengan jaminan pengembalian utang
  3. Royalti
  4. Hadiah, penghargaan, bonus, dan sejenisnya selain yang telah dipotong Pajak Penghasilan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 21 ayat (1) huruf e.
Sebesar 2% dari jumlah bruto atas :
  1. Sewa dan penghasilan lain sehubungan dengan penggunaan harta, kecuali sewa dan penghasilan lain sehubungan dengan penggunaan harta yang telah dikenai Pajak Penghasilan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 4 ayat (2)
  2. Imbalan sehubungan dengan jasa teknik, jasa mangemen, jasa konstruksi, jasa konsultan, dan jasa lain selain jasa yang telah dipotong Pajak Penghasilan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 21
Dalam hal Wajib Pajak yang menerima atau memperoleh penghasilan tersebut tidak memiliki Nomor Pokok Wajib Pajak, besarnya tarif pemotongan adalah lebih tinngi 100% dari tarif yang sebenarnya 

Untuk lebih jelasnya tentang PPh Pasal 23, download ppt tentang PPh pasal 23 lengkap dengan contoh soal dan jawabannya di bawah ini


Salam

Friday, March 07, 2014

Penghasilan yang Dikenakan dan Dikecualikan dari Pemotongan PPh Pasal 23

Penghasilan yang Dikenakan dan Dikecualikan dari Pemotongan PPh Pasal 23

Penghasilan yang dikenakan PPh Pasal 23 :
  1. Deviden
  2. Bunga termasuk premium, dikonto, dan imbalan sehubungan dengan jaminan pengembalian utang. Royalti
  3. Hadiah, penghargaan, bonus, dan sejenisnya selain yang telah dipotong Pajak Penghasilan yaitu penghasilan yang diteriama atau diperoleh Wajib Pajak dalam negeri orang pribadi yang berasal dari penyelenggara kegiatan sehubungan dengan pelaksanaan suatu kegiatan
  4. Sewa dan penghasilan lain sehubungan dengan penggunaan harta, kecuali sewa dari penghasilan lain sehubungan dengan penggunaan harta yang telah dikenai Pajak Penghasilan sebagaimana dimaksudkan dalam Pasal 4 ayat (2) UU PPh.
  5. Imbalan sehubungan dengan jasa teknik, jasa manajemen, kasa konstruksi, jasa konsultan, dan jasa lain selain jasa yang telah dipotong Pajak Penghasilan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 21 UU PPh.

Penghasilan yang dikecualikan dari pemotongan PPh Pasal 23 :
  1. Penghasilan yang dibayar atau terutang kepada bank
  2. Sewa yang dibayar atau terutang sehubungan dengan sewa guna usaha dengan hak opsi
  3. Deviden ati bagian laba yang diterima atau diperoleh perseroan terbatas sebagai Wajib Pajak dalam negeri, koperasi, badan usaha milik negara, atau badan usaha milik daerah, dari pernyertaan modal pada bulan usaha yang didirikan dan bertempat kedudukan di Indonesia.
  4. Bagian laba yang diterima atau diperoleh anggota dari perseroan komanditer yang modalnya tidak terbagi atas saham-saham, persekutuan, perkumpulan, firma, dan kongsi, termasuk pemegang unit penyertaan kontrak investasi kolektif.
  5. Penghasilan yang dibayar atau terutang kepada badan usaha atas jasa keuangan yang berfungsi sebagai penyalur pinjaman dan/atau pembiayaan.

Untuk lebih jelasnya, download ppt tentang penjelasan lengkap PPh Pasal 23 + contoh soal beserta jawabannya di bawah ini

Salam
Syaiful Anam

Thursday, March 06, 2014

Pemotong PPh Pasal 23 dan Penerima Penghasilan yang Dipotong PPh Pasal 23

Pemotong PPh Pasal 23 dan Penerima Penghasilan yang Dipotong PPh Pasal 23

Berikut daftar pemotong PPh pasal 23 :
  1. Badan Pemerintah
  2. Subjek Pajak badan dalam negeri
  3. Penyelenggara kegiatan
  4. Bentuk Usaha Tetap
  5. Perwakilan perusahaan di luar negeri lainnya.
  6. Orang pribadi sebagai Wajib Pajak dalam negeri tertentu, yang ditunjuk oleh Kepala Kantor Pelayanan Pajak sebagai Pemotong PPh Pasal 23 yaitu :
    Akuntan, arsitek, dokter, notaris, Pejabat Pembuat Akta Tanah (PPAT), kecuali camat, pengacara, dan konsultan yang melakukan pekerjaan bebas.
    Orang pribadi yang menjalankan usaha yang menyelenggarakan pembukuan atas pembeyaran berupa sewa. 
Lalu siapa sajakah para penerima penghasilan yang dipotong PPh pasal 23? Ini dia
Penerima Penghasilan yang Dipotong PPh Pasal 23
Untuk lebih jelasnya, download ppt tentang penjelasan PPh Pasal 23 lengkap dengan contoh soal beserta jawabannya di bawah ini






Salam
Syaiful Anam

Wednesday, March 05, 2014

Pengertian Pajak Penghasilan Pasal 23 atau PPh 23

Pengertian Pajak Penghasilan Pasal 23 atau PPh 23

Pajak Penghasilan Pasal 23, selanjutnya disingkat PPh Pasal 23, merupakan pajak yang dipotong atas penghasilan yang diterima atau diperoleh wajib pajak dalam negeri (orang pribadi maupun badan), dan bentuk usaha tetap yang berasal dari modal, penyerahan jasa, atau penyelenggaraan kegiatan selain yang dipotong PPh Pasal 21, PPh Pasal 23 ini dibayarkan atau terutang oleh badan pemerintah atau Subjek Pajak dalam negeri, penyelenggara kegiatan, bentuk usaha tetap, atau perwakilan perusahaan luar negeri lainnya.
Untuk lebih jelasnya silahkan download PPT tentang Pajak Penghasilan Pasal 23 atau PPh 23 lengkap beserta contoh soal dan penyelesaiannya di bawah ini


Salam
Syaiful Anam

Wednesday, February 12, 2014

BerTuhan Uang

Calm down dulu para mastah IM dan saudara-saudara yang giat mencari uang. Hehe. Baca dulu artikel yang judulnya BerTuhan Uang ini biar tidak dibutakan dengan uang dan mengukur segala sesuatu dengan uang. Yuk mariii....

Tuhan kita Allah SWT
Tuhan kita Allah SWT


Saudara-saudaraku semua... Yang penting, bukan ada dan tidak adanya duit. Tapi ada dan ga adanya Allah... Ada duit ya belom tentu bisa makan, ga ada duit belom tentu ga bisa makan. Udah kebeli, belom tentu juga bisa kemakan. Udah kemakan, belom tentu juga bisa keterima tubuh.

# Ada duit belom tentu bisa punya rumah, ga ada duit belom tentu ga bisa punya rumah. Kebeli pun, belom tentu bisa ditempati. Bisa ditempati pun, belom tentu ada rasa nyaman bila tidak dikasih kenyamanan. Ga ada duit, lalu emangnya ga bisa nempatin rumah bagus? Ga perlu bayar, ga perlu ngangsur, ga perlu puyeng.

# Ini kalo ditemplate ke urusan-urusan lain, sangat menarik. Ke urusan susu anak, bayar kontrakan, bayar leasing mobil motor, bayar hutang... Ga ada duit, apa ga boleh hutang lunas? Kan boleh aja bila Allah menghendaki. Ga kudu ada duit. Supaya juga tuhannya Allah, bukan duit. Teruuuuussss ditemplate lagi ke urusan haji, bantu orang tua, bantu sesama, dll...

Buat Saudara, yang punya penghasilan lebih dari 10ribu, Alhamdulllah…insyaAllah kita belajar. Buat YANG MAU belajar saja. Jangan lupa baca bismillaah, supaya hati dikasih adem, dan supaya waktunya jadi waktu ibadah, bukan waktu yg sia-sia. Makasih pujiannya. Makasih juga caciannya. Dipuji belum tentu mulia, dicaci belum tentu jadi hina. Saya doakan kebaikan bagi semuanya…
 
Sekalian juga ngebenahin ibadah kita. Segala permintaan dunia, kecil. Justru yg besar, adalah apa yg dikerjakan ini. InsyaAllah segala hajat dan masalah, di Genggamannya Allah. Mudah-mudahan kita bisa istiqamah di jalan Allah. Aamiinn...

Artikel tentang BerTuhan Uang ini hasil copasan dari salah satu fanspage. Saya memposting di web saya bertujuan untuk syiar saja.

Sunday, February 09, 2014

AKL - Penggabungan Usaha

Berikut adalah slide mata kuliah Akuntansi Keuangan Lanjutan (AKL) tentang Penggabungan Usaha.
Beberapa materi yang ada di dalamnya yaitu :
  1. Pengertian Penggabungan Usaha
  2. Alasan-alasan Penggabungan Usaha
  3. Sifat Penggabungan Usaha
  4. Bentuk Penggabungan Usaha
    - Merger
    - Konsolidasi
    - Akuisisi Saham
  5. Metoda Akuntansi Penggabungan Usaha
    - Metoda Pembelian (Purchase Method)
    - Metoda Penyatuan Kepemilikan (Poolinf of Interest Method)
  6. Prosedur Akuntansi dalam masing-masung Metoda Penggabungan Usaha
  7. Ilustrasi Akuntansi Penggabungan Usaha
  8. Ilustrasi Penggabungan Usaha secara Pembelian
Silahkan anda unduh atau download file ppt atau slide Akuntansi Keuangan Lanjutan (AKL) tentang Penggabungan Usaha.

Jika ada pertanyaan, silahkan ketik di kolom komentar di bawah. Sebisanya nanti saya bantu.

Terima kasih

Link downloadnya di bawah ini
https://drive.google.com/file/d/0B2dLs_xkAlUEbXBfWE5OcFl1UUE/edit?usp=sharing

Wednesday, December 18, 2013

Penjelasan Lengkap PPh pasal 23 beserta Contoh Soalnya

Posting saya kali ini mengenai PPh pasal 23 beserta contoh soalnya. Ini adalah salah satu request seorang pengunjung blog saya yang bernama mbak +Desi Madjid. Nah untuk mempermudah pekerjaan saya agar tidak usah capek menulis ulang, saya memasukkan ppt ke dalam artikel ini. Kalau mau tahu caranya silahkan buka link >>> Cara memasukkan file Ms Word, PDF atau PPT ke postingan Blog.

Di dalam ppt sudah dijelaskan secara rinci tentang PPh pasal 23. Seperti :
  1. Pengertian dari PPh pasal 23
  2. Pemotong PPh pasal 23
  3. Penerima penghasilan yang dipotong PPh pasal 23
  4. Penghasilan yang dikenakan PPh pasal 23
  5. Penghasilan yang dikecualikan dari pemotongan PPh pasal 23
  6. Tarif dan perhitungan PPh pasal 23
  7. Jasa lain sebagai objek PPh pasal 23
  8. Contoh soal dan perhitungannya

Semoga bisa membantu para pengunjung blog yang ingin belajar tentang PPh pasal 23.

Anda bisa mengkopi isinya bahkan mendownload pptnya dibawah ini.

 Terima kasih telah membaca artikel saya kali ini tentang penjelasan lengkap PPh pasal 23 beserta contoh soalnya. Kalau dirasa bermanfaat, tolong dishare kesiapa saja.

Semoga kita semua semakin sukses. Aamiin..

Sunday, November 17, 2013

Contoh Soal PPh 21 (Soal UTS Perpajakan II)

Berikut contoh soal PPh 21 buat dan merupakan soal UTS Perpajakan II bagi mahasiswa STIESIA Surabaya.

PT. Laboratorindo Jaya Perkasa alamat  Jl. Ciliwung 65 Surabaya NPWP 02.525.241.2-609.000, no telp (031) 8765432, alamat email laboratorindo_sby@yahoo.co.id. Jenis usaha perdagangan. Selama tahun 2013 membayar gaji karyawan tetap & karyawan harian sbb :


Khusus Karyawan Tetap :
'Premi asuransi kematian tiap bulan yang ditanggung perusahaan sebesar 3,25% dari gaji pokok, dan karyawan menanggung 1% dari gaji pokok
'Premi asuransi kecelakaan kerja tiap bulan yang ditanggung perusahaan sebesar 3,5% dari gaji pokok, dan karyawan menanggung 1,5% dari gaji pokok
'Iuran pensiun tiap bulan yang ditanggung perusahaan sebesar 4,25% dari gaji pokok, dan karyawan menanggung 1,75% dari gaji pokok
'Iuran THT tiap bulan yang ditanggung perusahaan sebesar 3% dari gaji pokok, dan karyawan menanggung 1,50% dari gaji pokok

Diminta :
1. Selesaikan perhitungan PPh Pasal 21 selama tahun 2013 sesuai lembar jawaban yang tersedia (50%)
2. Berapa PPh Pasal 21 untuk karyawan tetap & karyawan tidak tetap (harian) yang terutang bulan Desember 2013 (20%)
3. Selesaikan pengisian formulir SPT Masa PPh Pasal 21 untuk bulan Desember 2013 (formulir SPT terlampir) (30%)

Soal dalam bentuk excel bisa didownload di sini
Jawaban juga dalam bentuk excel bisa didownload di sini

Cara download klik file (pojok kiri atas) lalu unduh atau lebih cepatnya ctrl+s

Nomer 3 dijawab sendiri ya ☺ Jangan lupa komen di blog ini. Thanks

Sudah direvisi tgl 20/11/2013 jam 11.05

Saturday, November 16, 2013

Soal dan Jawaban Quiz 2 Akuntansi Keuangan Lanjutan

Share kali ini tentang Soal dan Jawaban Quiz 2 Akuntansi Keuangan Lanjutan. check this out

PT X memperoleh 80% saham PT Y dengan harga sebesar Rp125.000.000 pada tanggal 1 Januari 2011, ketika ekuitas PT Y terdiri dari modal saham Rp100.000.000 dan saldo laba Rp30.000.000. PT X menerapkan metode ekuitas. Laporan keuangan kedua perusahaan per dan untuk tahun yang berakhir 31 Desember 2012 adalah sebagai berikut:

                                                 PT X                           PT Y
                                           -----------------              ----------------
Penjualan                            1.000.000.000             300.000.000
Bagian laba dari PT Y            24.000.000                                –
Beban pokok penjualan       (550.000.000)           (200.000.000)
Beban-beban lain                 (350.000.000)            ( 70.000.000)
                                             -----------------            -----------------
Laba bersih                            124.000.000                30.000.000


                                                   PT X                            PT Y
                                              ---------------                ---------------
Saldo laba, 1 Januari 2012    194.000.000                45.000.000
Laba bersih                            124.000.000                30.000.000
Dividen                                  (50.000.000)              (10.000.000)
                                               ----------------             --------------- 
Saldo laba, 31 Desember 2012 268.000.000              65.000.000

                                                    PT X                           PT Y
                                             ------------------            ----------------

Kas                                          30.000.000                   5.000.000
Persediaan                               90.000.000                 45.000.000
Aset lainnya                          899.000.000               150.000.000
Investasi saham PT Y (80%) 153.000.000                                –
                                               -----------------             ---------------
Jumlah aset                          1.172.000.000              200.000.000


Macam-macam liabilitas         104.000.000               35.000.000 
Modal saham                           800.000.000             100.000.000
Saldo laba                                268.000.000               65.000.000
                                               -----------------              --------------
Jumlah liabilitas dan ekuitas 1.172.000.000             200.000.000


Informasi tambahan:

■ Penjualan persediaan oleh PT X kepada PT Y selama tahun 2012 berjumlah Rp250.000.000 (biaya perolehan Rp200.000.000)
■ Sampai dengan 31 Desember 2012, 40% dari persediaan tersebut masih ada dalam persediaan PT Y, yaitu seharga Rp100.000.000 (belum dijual kepada pihak di luar afiliasi).

Diminta:
(1)Buatlah jurnal eliminasi yang diperlukan untuk mengkonsolidasikan laporan keuangan PT X dan PT Y tahun 2012
(2)Susunlah laporan keuangan konsolidasian PT X dan PT Y untuk tahun 2012. 


Jawab

Wednesday, November 06, 2013

Test Memasukkan File ke Postingan Blog

Artikel ini hanya untuk test memasukkan file ke postingan blog. Tapi isinya boleh juga diambil isinya ☺

Cara menghitung Harga Pokok Produksi pada Perusahaan Manufaktur

Friday, October 11, 2013

Makalah Bisnis

BAB I

PENDAHULUAN


1.1 LATAR BELAKANG MASALAH

Bisnis merupakan aktivitas yang selalu ada di sekitar kita dan dikenal oleh kaum muda hingga kaum tua. Pada era globalisasi saat ini, masyarakat indonesia khususnya para mahasiswa masih bingung dengan manfaat dan tujuan dari bisnis. Padahal kalau kita memahami tentang bisnis, kita akan mendapatkan keuntungan yang kita inginkan dalam aktivitas bisnis tersebut. Bangsa Indonesia merupakan bangsa yang memiliki kekayaan alam yang melimpah, jika kita tidak pandai mengatur itu semua maka bangsa kita akan jatuh ke dalam keterpurukan dalam hal perekonomian, kemiskinan dan menjadikan negeri kita gagal atau miskin. Pasti sebagai rakyat Indonesia kita mau jika hal tersebut terjadi di negara yang kita cintai.

Dilihat dari pertumbuhan ekonomi kita saat ini, jumlah pengangguran di Indonesia menduduki angka yang sangat fantastis. Namun pemerintah belum bisa mengatasi problema tersebut. Jika adanya pasar kerja yang dibuka, masyarakat berbondong-bondong untuk menjadi pegawai negeri yang impikan, tetapi pekerjaan kita tidak hanya pegawai negeri saja masih banyak pekerjaan yang bisa kita lakukan misalnya pewirausaha atau pengusaha.

Maka dari itu, penulis ingin membahas makalah ini yang berjudul “Pengantar Bisnis’’ yang menjadi topik pembahasan penulis. Penulis berusaha untuk menyusun makalah ini semenarik mungkin agar para masyarakat khusunya mahasiswa dan pelajar lainnya dapat menyukai makalah ini. Sehingga mahasiswa dapat mengenal dan mengerti serta dapat menambah wawasan dalam berbisnis tentunya.


1.2 RUMUSAN MASALAH

Penulis ingin menjabarkan tentang :

1. Apa yang dimaksud dengan bisnis?

2. Apa tujuan bisnis?

3. Apa fungsi menurut tokoh, fungsi mikro dan makro dalam bisnis?

4. Apa elemen-elemen dalam bisnis?

5. Apa bentuk dasar kepemilikan bisnis?

6. Apa aspek-aspek dan karakteristik sistem bisnis?

7. Apa faktor-faktor yang menentukan iklim bisnis?

8. Apa saja problema bisnis yang dihadapi saat ini?

9. Apa saja kegiatan bisnis?


1.3 TUJUAN PENULISAN

Tujuan penulisan dalam membuat makalah ini adalah :

1. Untuk memenuhi tugas mata kuliah Bahasa Indonesia.

2. Untuk mengetahui pengertian bisnis.

3. Untuk mengetahui tujuan bisnis.

4. Untuk mengetahui fungsi bisnis menurut tokoh, fungsi mikro dan makro.

5. Untuk mengetahui elemen-elemen dalam bisnis.

6. Untuk mengetahui bentuk-bentuk dasar kepemilikan bisnis.

7. Untuk mengetahui aspek-aspek dan karakteristik sistem bisnis.

8. Untuk mengetahui factor-faktor yang menentukan iklim bisnis.

9. Untuk mengetahui problema bisnis yang dihadapi saat ini.


1.4 MANFAAT PENULISAN

Manfaat dari penelitian ini adalah memberikan pengetahuan dasar tentang macam-macam bisnis pada umumnya, sehingga masyarakat tahu cara berbisnis yang benar.


1.5 METODOLOGI PENULISAN

Untuk mempermudah dan membantu kelancaran penulisan yang dilaksanakan, maka penulis menggunakan metode kepustakaan, yakni:

a. Penulis mencari berbagai referensi buku sebagai sumber penulis untuk membuat makalah ini.

b. Penulis juga mencari sumber lainnya melalui situs-situ internet.

BAB II

PEMBAHASAN


2.1PENGERTIAN BISNIS

Bisnis adalah suatu organisasi yang menjual barang atau jasa kepada konsumen atau bisnis lainnya, untuk mendapatkan laba sebesar-besarnya. Secara historis, bisnis berasal dari kata business yang berasal dari kata dasar busy yang berarti “sibuk”. Dalam artian, sibuk mengerjakan aktivitas dan pekerjaan yang mendatangkan keuntungan. Dalam ekonomi kapatalis, kebanyakan bisnis dimiliki oleh pihak swasta, bisnis dibentuk untuk mendapatkan profit dan meningkatkan kemakmuran para pemiliknya.

Secara Etimologi, bisnis adalah keadaan seseorang atau sekelompok orang yang sibuk melakukan pekerjaan untuk menghasilkan keuntungan. Secara luas, bisnis adalah suatu kegiatan yang dilakukan oleh individu atau sekelompok orang (organisasi) yang menciptakan nilai melalui penciptaan barang dan jasa untuk memenuhi kebutuhan masyarakat dan keuntungan yang maksimum melalui transakasi. Ada beberapa definisi bisnis dari beberapa tokoh diantaranya :

a. Menurut Brown dan Petrello : “Business is an institution which produces goods and services demanded by people”, yang berarti bisnis adalah suatu lembaga yang menghasilkan barang dan jasa yang dibutuhkan oleh masyarakat sambil memperoleh laba. (1976)

b. Menurut Steinford : “Business is all those activities involved in providing the goods and services needed or desired by people”,yang berarti bisnis sebagai aktivitas yang menyediakan barang atau jasa yang diperlukan atau diinginkan oleh konsumen. (1979)

c. Menurut Griffin dan Ebert : “Business is an organization that provides goods or services in order toearn provit”, yang berarti bisnis merupakan suatu organisasi yang menyediakan barang dan jasa yang bertujuan untuk menghasilkan profit (laba). (1996)

d. Menurut Hughes dan Kapoor : “Business is the organized effort of individuals to produce and sell for a provit, the goods and services that satisfy societies needs. The general term business refer to all such efforts within a society or within an

e. industry”, yang berarti bisnis adalah suatu kegiatan usaha individu yang terorganisasi untuk menghasilkan dan menjual barang dan jasa guna mendapatkan keuntungan dalam memenuhi kebutuhan masyarakat dan ada dalam industri.

f. Menurut Allan Afuah : Bisnis adalah sekumpulan aktivitas yang dilakukan untuk menciptakan dengan cara menggembangkan dan mentransformasikan berbagai sumber daya menjadi barang atau jasa yang diinginkan konsumen. (2004)

g. Menurut Glos, Steade dan Lowry: Bisnis merupakan jumlah seluruh kegiatan yang diorganisir oleh orang-orang yang berkecimpung dalam bidang perniagaan dan industry yang menyediakan barang dan jasa untuk kebutuhan mempertahankan dan memperbaiki standard serta kualitas hidup mereka.

h. Menurut Musselman dan Jackson: Bisnis merupakan suatu aktivitas yang memenuhi kebutuhan dan keinginan ekonomis masyarakat dan perusahaan diorganisasikan untuk terlibat dalam aktivitas tersebut.


2.2 TUJUAN BISNIS

Dalam berbisnis atau berwirausaha,berusaha mengolah bahan untuk dijadikan produk yang diperlukan oleh konsumen yaitu berupa barang dan jasa. Sedangkan, tujuan dari perusahaan adalah mendapatkan laba maksimum, yakni suatu imbalan yang diperoleh oleh perusahaan dari penyediaan suatu produk bagi para konsumen.


2.3 FUNGSI BISNIS

Bisnis mempunyai fungsi menurut tokoh dan fungsi dalam mikro dan makro, yakni:

a. Menurut Steinhoff (1979:17), fungsi yang dilakukan oleh aktivitas bisnis dapat dikelompokkan ke dalam tiga fungsi dasar, yaitu :

1. Acquiring Raw Materials (memperoleh bahan baku)

Dalam membuat roti kita memerlukan tepung terigu untuk membuatnya, membuat lemari kita juga memerlukan kayu untuk membuatnya, dan dalam membuat buku tulis kita memerlukan dahan untuk membuatnya.

2. Manufacturing Raw Materials into products

Setelah bahan baku yang kita peroleh nanti akan diolah menjadi sebuah produk. Misalnya : Dalam membuat roti, tepung terigu diubah menjadi roti dengan berbagai rasa.

3. Distributing Products to Consumers

Produk yang dihasilkan lalu di distribusikan kepada konsumen.


b. Fungsi mikro dan makro bisnis, yaitu :

1. Kontribusi terhadap pihak yang berperan langsung, yakni:

a. Pekerja atau Karyawan

Pekerja menginginkan gaji yang layak dari hasil kinerjanya, sedangkan manajer menginginkan kinerja yang tinggi, yang ditunjukkan dengan omzet penjualan dan laba (provit).

b. Dewan Komisaris

Mengawasi dan memantau kegiatan manajemen dan memastikan berjalannya kegiatan hingga mencapai tujuan perusahaan.

c. Pemegang Saham

Investor memiliki kepentingan dan tanggung jawab tertentu terhadap suatu perusahaan.

2. Fungsi Makro Bisnis, yakni:

a. Masyarakat Sekitar Perusahaan

Memberikan kontribusi kepada masyarakat sekitar sebagai bentuk tanggung jawab perusahaan.

b. Bangsa dan Negara

Tanggung jawab kepada bangsa dan negara diwujudkan dengan kita membayar kewajiban pajak.


2.4 ELEMEN-ELEMEN DALAM SISTEM BISNIS

Elemen dalam sistem bisnis terdiri dari empat, yaitu :

1. Modal (Capital)

Sejumlah uang yang digunakan untuk menjalankan kegiatan bisnis atau transaksi.

2. Bahan-bahan (Materials)

Faktor produksi yang diperlukan dalam melaksanakan aktifitas bisnis untuk diolah dan menghasilkan barang dan jasa yang dibutuhkan masyarakat.

3. Sumber Daya Manusia (SDM)

Kualifikasi SDM, yakni memiliki kemampuan kompetitif dan berkualitas tinggi.

4. Keterampilan Manajemen (Management Skill)

Sistem manajemen yang dijalankan berdasarkan prosedur dan tata kerja manajemen.


2.5 BENTUK DASAR KEPEMILIKAN BISNIS

Ada beberapa bentuk kepemilikan bisnis yang dianggap umum, diantaranya :

1. Perusahaan perseorangan, yaitu bisnis yang kepemilikannya dipegang olehsatu orang dan ia bertanggung jawab sepenuhnya terhadap semua resiko dan jalannya kegiatan perusahaan.

a. Kebaikan dari perusahaan perseorangan, yaitu :

1. Seluruh laba menjadi miliknya.

2. Kebebasan bergerak atau fleksibelitas.

3. Kepuasan pribadi.

4. Lebih mudah memperoleh kredit.

5. Organisasi yang mudah terbentuk.

6. Ongkos organisasi yang murah.

7. Bersifat kerahasiaan.

b. Keburukan dari perusahaan perseorangan, yaitu :

1. Tanggung jawab pemilik tidak terbatas.

2. Besar modal terbatas.

3. Kecakapan pemimpin yang terbatas.

4. Kerugian ditanggung sendiri.

5. Kesulitan dalam manajemen.

6. Kurangnya kesempatan pada para karyawan.

7. Kelangsungan usaha kurang terjamin.


2. Persekutuan (firma) adalah bentuk bisnis dimana dua orang atau lebih bekerja sama mengoperasikan perusahaan untuk mendapatkan profit.

a. Kebaikan dari Firma, yaitu :

1. Pengelolaan perusahaan dapat dibagi-bagikan.

2. Kebutuhan akan modal lebih mudah dipenuhi.

3. Setiap risiko dipikul bersama-sama.

4. Keputusan yang diambil lebih baik karena pertimbangan dari seseorang.

b. Keburukan dari Firma, yaitu :

1. Kemungkinan timbul perselisihan.

2. Keputusan yang diambil kurang cepat.

3. Perusahaan bubar apabila seorang anggota mengundurkan diri.

4. Tanggung jawab pemilik tidak terbatas terhadap seluruh utangperusahaan.

5. Kerugian yang diakibatkan oleh seorang anggota harus ditanggung bersama oleh anggota lain.


3. Persekutuan Komanditer (CV) adalah persekutuan dua orang atau lebih untuk mendirikan usaha dimana satu atau beberapa orang sebagai sekutu yang hanya menyerahkan modal dan sekutu lain menjalankan perusahaan.

a. Kebaikan dari CV, yaitu :

1. Modal yang dikumpulkan lebih besar.

2. Mudah memperoleh kredit.

3. Kemampuan manajemennya lebih besar.

4. Pendiriannya mudah.

b. Keburukan dari CV, yaitu :

1. Sebagian anggota atau sekutu mempunyai tanggung jawab tidak terbatas.

2. Kelangsungan hidupnya tidak menentu.

3. Sulit untuk menarik kembali modalnya, terutama bagi sekutu pimpinan.


4. Perseroan Terbatas (PT) adalah bisnis yang kepemilikannya dipegang oleh beberapa orang dan diawasi oleh dewan direktur dan dengan memperoleh modal dengan mengeluarkan sero (saham) dimana setiap orang dapat memiliki satu atau lebih saham.

a. Kebaikan dari PT, yaitu :

1. Kebutuhan akan modal terpenuhi.

2. Tanggung jawab persero terbatas.

3. Keberlangsungan kehidupan PT lebih terjamin.

4. Lebih mampu memperhatikan karyawan.

5. Efisiensi dibidang kepemimpinan.

b. Keburukan dari PT, yaitu :

1. Biaya pendirian PT besar.

2. Memimpin PT lebih sulit daripada perusahaan bentuk lain.

3. Perhatian persero terhadap PT kurang.


5. Koperasi adalah bisnis yang beranggotakan orang-orang atau badan hukum koperasi dengan melandaskan kegiatannya berdasarkan prinsip koperasi sekaligus sebagai gerakan ekonomi rakyat yang berdasarkan asas kekeluargaan.

a. Fungsi koperasi Indonesia, yakni :

1. Alat perjuangan ekonomi untuk mempertinggi kesejahteraan rakyat.

2. Alat pendemokrasian ekonomi nasional.

3. Sebagai salah satu urat nadi perekonomian bangsa Indonesia.

4. Alat pembina insan masyarakat untuk memperkokoh kedudukanekonomi bangsa Indonesia, serta dalam mengatur tata laksana perekonomian rakyat.

b. Sumber keuangan koperasi berasal dari :

1. Anggota koperasi.

2. Pinjaman.

3. Hasil usaha.

4. Penanam modal.

c. Koperasi bertujuan untuk menyejahterahkan anggotanya.


Bisnis berdasarkan aktivitas yang dilakukannya dalam menghasilkan keuntungan ada 9, yaitu :

a. Manufaktur

Adalah bisnis yang memproduksi produk yang berasal dari barang mentah atau komponen-komponen, kemudian dijual untuk mendapatkan keuntungan.

b. Bisnis Jasa

Adalah bisnis yang menghasilkan barang intangible, dan mendapatkan keuntungan dengan cara meminta bayaran atas jasa yang mereka berikan.

c. Pengecer dan Distributor

Adalah pihak yang berperan sebagai perantara barang antara produsen dengan konsumen.

d. Bisnis Pertanian dan pertambangan

Adalah bisnis yang memproduksi barang-barang mentah.

e. Bisnis Finansial

Adalah bisnis yang mendapatkan keuntungan dari investasi dan pengelolaan modal.

f. Bisnis informasi

Adalah bisnis yang menghasilkan keuntungan terutama dari penjualan-kembali properti intelektual.

g. Utilitas

Adalah bisnis yang mengoperasikan jasa untuk publik, seperti listrik dan air yang didanai oleh pemerintah.

h. Bisnis Real Estate

Adalah bisnis yang menghasilkan keuntungan dengan cara menjual, menyewakan, dan mengembangkan properti, rumah, dan bangunan.

i. Bisnis transportasi

Bisnis yang mendapatkan keuntungan dengan cara mengantarkan barang atau individudari sebuah lokasi ke lokasi yang lain.


2.6ASPEK-ASPEK BISNIS DAN KARAKTERISTIK BISNIS

Bisnis memiliki empat aspek yang harus kita ketahui, yaitu :

a. Kegiatan individu dan kelompok.

b. Penciptaan nilai.

c. Penciptaan barang dan jasa.

d. Keuntungan melalui transaksi.

Adapun karakteristik yang dimiliki oleh bisnis yang terdiri dari tiga karakterisktik, yakni:

a. Kompleksitas dan keanekaragaman.

b. Saling ketergantungan.

c. Perubahan dan inovasi.


2.7 FAKTOR-FAKTOR YANG MENENTUKAN IKLIM BISNIS

Ada tiga faktor yang menentukan iklim bisnis dalam berbisnis, diantaranya:

a. Investasi

Penggunaan sumber-sumber untuk menciptakan modal baru.

b. Tabungan

Jumlah yang diputuskan oleh para pekerja untuk ditabung akan menentukan kuat lemahnya multiplier tersebut. Semakin banyak tabungan berarti semakin sedikit pengeluaran dan semakin lemah multiplier tersebut.

c. Pemerintah

Pemerintah berperan sebagai pengelola sistem bisnis. Pemerintah memiliki dua kebijaksanaan yang dapat mempengaruhi bisnis yaitu :

1. Kebijaksanaan Fiskal

Digunakan untuk mempengaruhi permintaan dengan meningkatkan pajak (mengurangi permintaan) atau meningkatkan pengeluaran pemerintah (meningkatkan permintaan).

2. Kebijaksanaan Moneter

Berkaitan dengan pengelolaan supply (penawaran) uang untuk meningkatkan atau menurunkan permintaan.


2.8 PROBLEMA BISNIS YANG DIHADAPI SAAT INI

Tiga persoalan yang selalu menjadi perhatian pemerintah maupun masyarakat karena dapat mempengaruhi setiap konsumen dalam sistem bisnis, yaitu :

a. Inflasi

Adalah suatu kenaikan harga-harga barang dan jasa secara umum dalam perekonomian.

b. Produktivitas

Adalah keluaran barang dan jasa per unit tenaga kerja.

c. Pengangguran

Tingkat pengangguran di Indonesia tidak dapat ditentukan secara tepat karena sulitnya mendapatkan data yang akurat. Salah satu penyebab timbulnya pengangguran karena banyaknya karyawan yang di PHK karena perusahaan sudah tidak mampu lagi membayar mereka sebagai akibat turunnya penghasilan (dari penjualan) secara drastis.

2.9 JENIS-JENIS KEGIATAN DALAM BISNIS

Dalam menjalankan bisnis kita dihadapi oleh tiga jenis kegiatan dalam berbisnis, yaitu :

a. Produksi

Adalah menghasilkan suatu barang dan jasa yang diperlukan oleh konsumen.

b. Distribusi

Adalah menyalurkan atau mendistribusikan barang dan jasa untuk dikonsumsi konsumen

c. Konsumsi

Adalah pelaku yang merasakan barang dan jasa yang ia perlukan.



BAB III

PENUTUP


3.1KESIMPULAN

Bisnis adalah suatu kegiatan atau organisasi yang menjual barang atau jasa kepada konsumen atau bisnis lainnya, untuk mendapatkan laba. Dari analisis diatas, penulis dapat menyimpulkan bahwa menjalankan suatu bisnis itu tidak mudah kita harus memahami apa saja komponen-komponen yang ada di dalam bisnis. Sehingga, kita tidak mengalami kerugian atau gulung tikar dari usaha yang kita jalankan. Misalnya, Bisnis warnet merupakan salah satu bisnis yang paling laris saat ini, banyak orang- orang yang memerlukan akses internet yang cepat dan terjangkau harganya. Dengan demikian, warnet seperti inilah yang menjadi solusi bagi masyarakat menengah ke bawah. Namun ada kelemahan juga dalam membuka warnet, misalnya saat ada gangguan koneksi maka hal itu akan terganggu ke semua user di warnet tersebut. Ada juga dampak negatif bagi anak- anak yang sering bermain game online yaitu sulitnya belajar, berkonsentrasi, merusak organ mata, dan sulitnya tidur.


3.2 SARAN DAN KRITIK

Adapun saran yang penulis berikan kepada pembaca, diantaranya :

1. Para pembaca dapat lebih memahami dan memaknai pentingnya belajarbisnis.

2. Bagi pembaca, sebaiknya menjalankan bisnis sesuai dengan kemampuan yangia miliki jangan dengan keterpaksaan.

3. Untuk generasi muda mulailah bisnis dari hati walaupun bisnis kecil-kecilan.

4. Dalam melakukan atau menjalankan bisnis bagi pemula kita dapat bertanya kepada pembisnis yang sudah sukses dalam dunia bisnisnya.

Dengan adanya pembahasan mengenai bisnis dalam makalah ini, penulis berharap kepada pembaca dapat memberikan penulis kritikan yang positif demi penyempurnaan makalah ini.




DAFTAR PUSTAKA

DH Basu Swastha DR. 1998. Pengantar Bisnis Modern. Liberty : Yogyakarta.

Solihin Ismail. 2006 . Pengantar Bisnis. Prenada Media : Jakarta

Zamroni M. 2009. Buku Kantong Ekonomi IPS. Pustaka Widyatama : Yogyakarta.

http://id.wikipedia.org/wiki/Bisnis

http://tri_s.staff.gunadarma.ac.id/Downloads/files/7851/pengertian+dan+fungsi+bisnis.pdf

http://kammilashaffirah.blogspot.com/2010/10/makalah-pengantar-bisnis.html diunduh pada tanggal 29 November 2011. Pukul 13.00 WIB

Nb: Kalau ada kesalahan mohon diperbaiki sendiri, ini sekedar contoh saja.
Jangan lupa cantumkan blog saya dalam daftar pustaka. hehe. thanks

Download klik disini

Friday, September 27, 2013

Kerangka Kerja Konseptual (Conceptual Framework)

KERANGKA KERJA KONSEPTUAL

Apa yang dimaksud dengan Kerangka Kerja Konseptual (Conceptual Framework)??
Kerangka kerja konseptual (conceptual framework) didefinisikan oleh  FASB sebagai : “a coherent system of interrelated objectives and fundamentals that is expected to lead to consistent standards and that prescribes the nature, function, and limits of financial accounting and reporting”.
Kerangka kerja konseptual (conceptual framework) adalah suatu sistem koheren yang terdiri dari tujuan dan konsep fundamental yang saling berhubungan, yang menjadi landasan bagi penetapan standar yang konsisten dan penentuan sifat, fungsi, serta batas-batas dari akuntansi keuangan dan laporan keuangan.
Yang dimaksud tujuan adalah tujuan pelaporan keuangan. Sedangkan fundamentals (kaidah-kaidah pokok) adalah konsep-konsep yang mendasari akuntansi keuangan, yakni yang menuntun kepada pemilihan transaksi, kejadian, dan keadaan-keadaan yang harus dipertanggungjawabkan, pengakuan dan pengukurannya, cara meringkas serta mengkomunikasikannya kepada pihak-pihak yang berkepentingan.
Konsep-konsep yang bersifat pokok atau fundamental, artinya bahwa konsep-konsep lainnya mengalir dari konsep-konsep pokok tersebut yang diperlukan sebagai referensi berulang-ulang dalam menetapkan, menafsirkan, dan menetapkan standar akuntansi keuangan dan pelaporan.

Kebutuhan akan Kerangka Kerja Konseptual
  1. Kerangka kerja konseptual akan meningkatkan pemahaman dan keyakinan pemakai laporan keuangan atas pelaporan keuangan, dan akan menaikkan komparabilitas antar laporan keuangan perusahaan.
  2. Masalah-masalah yang baru akan dapat dipecahkan secara cepat jika mengacu pada kerangka teori yang telah ada

Perkembangan Kerangka Kerja Konseptual FASB (Financial Accounting Standard Board) telah menerbitkan enam statement of financial accounting concept yang berhubungan dengan pelaporan keuangan entitas bisnis, yaitu:
  • SFAC no. 1 “objective of financial reporting by business enterprises”, yang menyajikan tujuan dan sasaran akuntansi.
  • SFAC no. 2 “qualitative caracteristics of accounting information”, yang menjelaskan karakteristik yang membuat informasi akuntansi bermanfaat.
  • SFAC no. 3 “element of financial statement of business enterprises”, yang memberikan definisi dari pos-pos yang terdapat dalam laporan keuangan seperti aktiva, kewajiban, pendapatan dan beban.
  • SFAC no. 5 “recognition and measurement in financial statement of business enterprises”, yang menetapkan kriteria pengakuan dan pengukuran fundamental serta pedoman tentang informasi.
  • SFAC no. 6 “element of financial statement”, yang menggantikan SFAC no. 3 dan memperluas SFAC no. 3 dengan memasukkan organisasi-organisasi nirlaba.
  • SFAC no. 7 “using cash flow information and present value in accounting measurement”, yang memberikan kerangka kerja bagi pemakaian arus kas masa depan yang diharapkan dan nilai sekarang (present value) sebagai dasar pengukuran

TINGKAT PERTAMA: TUJUAN DASAR
  • Tujuan pelaporan keuangan (objectives of financial reporting) adalah untuk menyediakan informasi:
  1. Yang berguna bagi mereka yang memiliki pemahaman memadai tentang aktivitas bisnis dan ekonomi untuk membuat keputusan investasi serta kredit;
  2. Untuk membantu investor yang ada dan potensial, kreditor yang ada dan potensial, serta pemakai lainnya dalam menilai jumlah, waktu, dan ketidakpastian arus kas masa depan;
  3. Tentang sumber daya ekonomi, klaimterhadap sumber daya tersebut, dan perubahan di dalamnya.
  • Tujuan(objectives) dimulai dengan lebih banyak berfokus pada informasi yang berguna bagi para investor dan kreditor dalam membuat keputusan. Fokus ini lalu menyempit pada kepentingan investor dan kreditor atas prospek penerimaan kas dari investasi mereka dalam, atau dari pinjaman yang telah mereka berikan ke entitas bisnis. Pada akhirnya, tujuan berfokus pada laporan keuangan yang menyediakan informasi yang berguna untuk menilai prospek arus kas yang akan diterima entitas bisnis yaitu arus kas yang menjadi harapan investor dan kreditor. Pendekatan ini dikenal sebagai kegunaan keputusan (decision usefulness).
  • Dalam menyediakan informasi kepada pemakai laporan keuangan, profesi akuntan mengandalkan laporan keuangan bertujuan-umum(general-purpose financial statement), yaitu menyediakan informasi paling bermanfaat dengan biaya minimal kepada berbagai kelompok pemakai

TINGKAT KEDUA : KONSEP-KONSEP FUNDAMENTAL

Karakteristik Kualitatif Informasi Akuntansi
Agar berguna dalam pengambilan keputusan (decision usefulness), informasi akuntansi harus memiliki dua kualitas yaitu kualitas primer dan kualitas sekunder. Tentu saja terdapat beberapa kendala untuk mencapai dua kualitas tersebut.

Kualitas Primer
Relevansi (relevance) dan keandalan (reliability) harus melekat pada informasi akuntansi.
  1. Relevansi.
    Agar relevan informasi akuntansi harus mampu membuat perbedaan dalam sebuah keputusan. Informasi itu mampu mempengaruhi pengambilan keputusan dan berkaitan erat dengan keputusan yang akan diambil, jika tidak berarti informasi tersebut dikatakan tidak relevan. Informasi  yang relevan harus memiliki nilai umpan balik (feed-back value), yakni mampu membantu menjustifikasi dan mengoreksi harapan masa lalu. Informasi juga harus memiliki nilai prediktif (predictive value) yakni dapat digunakan untuk memprediksi apa yang akan terjadi di masa yang akan datang.
    Selain itu kualitas relevan juga harus mempunyai substansi tepat waktu (timeliness). Informasi harus disajikan kepada para pemakai sebelum informasi itu kehilangan kapasitasnya untuk mempengaruhi pengambilan keputusan.
  2. Keandalan.
    Informasi dianggap andal jika dapat diverifikasi,  netral, disajikan secara tepat serta bebas dari kesalahan dan bias (penyimpangan). Keandalan sangat diperlukan bagi individu-individu pemakai yang tidak memiliki waktu atau keahlian untuk mengevaluasi isi faktual dari informasi.
    Realibilitas sangat diperlukan oleh individu-individu yang tidak memiliki waktu atau keahlian untuk mengevaluasi isi faktual dari informasi.
    • Daya Uji (verifiability): ditunjukkan ketika pengukur-pengukur independen, dengan menggunakan metode pengukuran yang sama, mendapatkan hasil yang serupa.
    • Ketepatan penyajian (representational faithfulness): angka-angka dan penjelasan dalam laporan keuangan mewakili apa yang benar-benar ada dan terjadi.
    • Netralitas(neutrality): informasi tidak dapat dipilih untuk kepentingan sekelompok pemakai tertentu. Info yang disajikan harus faktual, benar dan tidak bias
  3. Keberdayaujian (verifiability).
    Informasi harus dapat diuji kebenarannya. Dapat diujinya kebenaran informasi akuntansi berdasar pada keobyektifan dan konsensus. Contoh, keandalan informasi harga perolehan fixed assets harus diuji berdasar data masa lalu yang terekam pada faktur (keobyektifan). Tetapi keandalan informasi tentang depresiasi aktiva tetap itu adalah berdasarkan konsensusa mengenai metode depresiasi yang digunakan, taksiran nilai residu, dan taksiran umur ekonomis.
  4. Kenetralan (neutrality).
    Informasi akuntansi dimaksudkan untuk memenuhi tujuan berbagai kelompok pemakai. Oleh karena itu harus bebas dari usaha-usaha untuk memberikan keuntungan lebih kepada kelompok tertentu.
  5. Kejujuran penyajian (representational faithfulness).
    Penyajian yang jujur berarti adanya kesesuaian antara fakta dan informasi yang disampaikan.

Kualitas Sekunder
Kualitas sekunder yang harus dimiliki informasi akuntansi adalah keberdayabandingan  (comparability) dan konsistensi (consistency).
  1. Keberdayabandingan.  Informasi akuntansi akan lebih bermanfaat jika dapat dibandingkan antara satu perusahaan dengan perusahaan yang lain dalam satu industri (perbandingan horizontal) atau membandingkan perusahaan yang sama untuk periode yang berbeda (perbandingan vertikal). Jadi diperlukan standar dan ukuran tertentu.
  2. Konsistensi.  Sebuah entitas  dikatakan konsisten dalam menggunakan standar akuntansi apabila  mengaplikasikan perlakuan akuntansi (metode akuntansi) yang sama untuk kejadian-kejadian serupa, dari periode ke periode.

Kendala-kendala.
Terdapat  dua kendala yang mempengaruhi tercapainya kualitas informasi seperti yang telah dijelaskan, yaitu pertimbangan manfaat-biaya dan tingkat materialitas. Dua kendala lainnya yang kurang dominan tapi merupakan bagian dari lingkungan pelaporan adalah praktek industri dan konservatisme.
  1. Pertimbangan manfaat-biaya (cost-effectiveness).
    Untuk menghasilkan informasi yang relevan,andal, berdaya banding, dan konsisten dibutuhkan biaya yang mahal. Oleh karena biaya dan terutama manfaat tidak mudah diukur, maka mempertimbangkan hubungan manfaat-biaya menjadi masalah
  2. Materialitas (materiality).
    Berhubungan dengan dampak suatu item terhadap operasi keuangan perusahaan secara keseluruhan. Suatu item akan dianggap material jika pencantuman atau pengabaian item tersebut mempengaruhi atau mengubah penilaian seorang pemakai laporan keuangan. Baik faktor-faktor kuantitatif maupun kualitatif harus dipertimbangkan dalam menentukan apakan suatu item material atau tidak.
  3. Praktik industri.(industry practices).
    Sifat unik dari sejumlah industri  dan perusahaan terkadang memerlukan penyimpangan dari teori dasar.
  4. Konservatisme (conservatism)
    Berarti jika ragu, maka pilihlah solusi yang sangat kecil kemungkinannya dalam menghasilkan penetapan laba dan aktiva yang terlalu tinggi. Tujuan dari konvensi ini, jika diaplikasikan secara tepat adalah menyediakan pedoman yang paling rasional dalam situasi sulit : jangan menyajikan angka laba bersih dan aktiva bersih yang terlalu tinggi.

Elemen-elemen Laporan Keuangan.
SFAC No. 6 menetapkan sepuluh elemen utama laporan keuangan. Cakupannya bukan hanya perusahaan yang berorientasi laba, tetapi juga organisasi nirlaba. Elemen-elemen laporan keuangan bagi organisasi yang berorientasi laba meliputi 10 macam,  yaitu : aktiva, kewajiban, ekuitas, investasi oleh pemilik, distribusi kepada pemilik, laba komprehensif, pendapatan, beban, keuntungan, dan kerugian. Adapun bagi organisasi nirlaba ada 7 macam, yaitu : aktiva, kewajiban, ekuitas, pendapatan, beban, keuntungan, dan kerugian.

TINGKAT KETIGA : PENGAKUAN DAN PENGUKURAN
Tingkat ketiga kerangka konseptual terdiri dari konsep-konsep yang dipakai untuk mengimplementasikan tujuan dasar dari tingkat pertama. Konsep-konsep ini menjelaskan apa, kapan, dan bagaimana unsur-unsur serta kejadian keuangan harus diakui, diukur, dan dilaporkan oleh sistem akuntansi.

Asumsi-Asumsi Dasar.
Asumsi-asumsi  menyediakan satu landasan bagi profesi akuntansi. Jadi, asumsi dasar akuntansi adalah anggapan-anggapan yang digunakan oleh para akuntan agar akuntansi dapat dipraktikkan.
  1. Asumsi entitas ekonomi (economic entity assumption).
    Akuntansi memandang bahwa perusahaan merupakan unit yang berdiri sendiri dan terpisah dari pihak-pihak yang memiliki kepentingan (pemilik, kreditor, karyawan, dan lainnya).
  2. Kesinambungan (going concern).
    Sebagian besar metode akuntansi di dasarkan pada asumsi kelangsungan hidup yaitu perusahaan bisnis akan memiliki umur yang panjang.pengalaman mengindikasikan bahwa, meskipun banyak mengalami kegagalan bisnis, perusahaan dapat memiliki kelangsungan hidup yang panjang.
  3. Asumsi unit moneter ( monetary unit assumption).
    Akuntansi menggunakan unit moneter sebagai alat pengukur suatu obyek atau aktivitas perusahaan dan menganggap nilai uang adalah stabil dari waktu ke waktu.
  4. Asumsi periodisitas (periodicity assumption). Cara yang paling akurat untuk mengukur hasil operasi perusahaan adalah dengan mengukurnya pada saat perusahaan tersebut di likuidasi. Namun, pengambil keputusan tidak bisa menunggu selama itu untuk menerima informasi semacam itu. Asumsi periodisitas (periodicity assumption) atau periode waktu menyiratkan bahwa aktivitas ekonomi sebuah perusahaan dapat di pisahkan dalam periode waktu artifisial periode waktu ini bervariasi, tetapi yang paling umum yaitu secara bulanan, kuartalan dan tahunan.

Prinsip-Prinsip Dasar Akuntansi
  1. Biaya historis (historical cost).
    GAAP mewajibkan sebagian besar aktiva dan kewajiban diperlakukan dan dilaporkan berdasarkan harga akuisisi. Kos(cost) memiliki keunggulan yang penting dibandingkan penilaian yang lainnya yaitu dapat diandalkan.
  2. Pengakuan pendapatan.
    Pendapatan umumnya diakui jika (1) telah direalisasi atau dapat direalisasikan dan (2) telah dihasilkan.
  3. Prinsip Penandingan (matching principle)
    Beban  untuk suatu periode ditentukan dengan mengaitkannya dengan pendapatan tertentu atau dengan periode tertentu.. Beban diakui :
    jika terdapat hubungan langsung atau sebab akibat dengan penjualan produk atau penyerahan jasa,
    pada periode terjadinya, yakni pada saat kas dikeluarkan jika tidak terdapat hub. Langsung atau sebab akibat dengan penjualan produk atau jasa,
    dengan alokasi yang sistematis dan rasional, jika butir 1 dan 2 tidak terpenuhi. Contoh: depresiasi.
  4. Prinsip Pengungkapan Penuh (full disclosure principle)
    Mengakui sifat dan jumlah informasi yang dimasukkan dalam laporan keuangan mencerminkan trade off penilaian, seperti :
    • Hal-hal yang harus diungkapkan karena mempengaruhi keputusan pemakai.
    • Kebutuhan untuk menyajikan secara penuh agar informasi dapat dipahami.
    • Catatan atas laporan keuangan umumnya ditujukan untuk memperkuat atau memperjelas pos-pos yang disajikan dalam bagian utama laporan keuangan.

MASALAH-MASALAH DALAM KERANGKA KONSEPTUAL

FASB mencoba menunjukkan masalah-masalah konseptual terpenting yang berkaitan dengan penetapan standar, yaitu :

Masalah 1 : Pandangan mengenai laba atau penghasilan mana yang harus digunakan?

Ada tiga (3) pandangan berbeda yang diidentifikasikan dalam penentuan laba atau penghasilan (earnings) :
  • Pandangan Aktiva/ Kewajiban atau Pandangan Neraca/Pandangan Pemeliharaan Modal
Berpendapat bahwa pendapatan dan beban hanya berasal dari perubahan dalam aktiva dan kewajiban. Pendapatan adalah peningkatan aktiva dan penurunan kewajiban sedangkan beban adalah penurunan aktiva dan peningkatan kewajiban.
Beberapa peningkatan dan penurunan dalam aktiva bersih dikeluarkan dari definisi penghasilan, yaitu, kontribusi modal, penarikan modal, koreksi atas pendapatan di periode-periode lalu, serta keuntungan dan kerugian akibat pemilik (holding gains and losses)
  • Pandangan Pendapatan/Beban atau Pandangan Laporan Laba Rugi/Pandangan Penandingan
Berpendapat bahwa adanya pendapatan dan beban dihasilkan oleh adanya kebutuhan akan penandingan yang tepat (proper matching). Laba pada dasarnya hanyalah selisih antara pendapatan di satu periode dengan beban yang terjadi untuk memperoleh pendapatan tersebut.
Penandingan, yang merupakan proses pengukuran fundamental dalam akuntansi terdiri atas :
1)      Pengakuan pendapatan atau waktu pengakuan melalui prinsip realisasi
2)      Pengakuan beban dengan tiga kemungkinan cara:
  • Mengasosiasikan penyebab dan dampaknya, seperti harga pokok penjualan
  • Alokasi yang sistematis dan rasional, seperti depresiasi (penyusutan)
  • Pengakuan langsung, seperti biaya penjualan dan administrasi.
Pandangan pendapatan/beban terutama menekankan pengukuran penghasilan perusahaan, dan bukannya kenaikan atau penurunan modal bersih. Aktiva dan kewajiban (termasuk yang ditangguhkan), dianggap sebagai nilai sisa (residu) yang harus dibawa ke periode-periode di masa depan untuk memastikan terjadinya penandingan yang tepat dan menghindari terjadinya distorsi keuntungan.
  • Pandangan Non-artikulasi
Didasarkan atas adanya kepercayaan bahwa artikulasi akan diikuti oleh redundansi (pencatatan yang berlebihan) karena seluruh peristiwa yang dilaporkan di laporan laba rugi juga dilaporkan di neraca, meski dari sudut pandang berbeda.
Pendapatan dan beban dapat mendominasi pengukuran penghasilan. Kedua laporan keuangan tersebut memiliki keberadaan dan arti yang saling independen. Karenanya, dapat digunakan skema-skema pengukuran yang berbeda untuk keduanya.
Salah satu contohnya dari pandangan non artikulasi ini adalah penggunaan metode LIFO di laporan laba rugi dan FIFO di neraca.

Jika artikulasi dapat dibuktikan sebagai suatu hal yang tidak hanya dibutuhkan namun ternyata juga menguntungkan, maka pilihan yang ada hanyalah antara pandangan aktiva/kewajiban atau pandangan pendapatan/beban. Pilihan diantara kedua pandangan ini tergantung pada pandangan yang mana yang merupakan proses pengukuran yang fundamental :

1) Pengukuran atribut-atribut aktiva dan kewajiban dan perubahan-perubahannya
à Penghasilan hanya merupakan konsekuensi dan akibat dari perubahan-perubahan tertentu dari aktiva dan kewajiban.

2) Proses penandingan
Perubahan yang terjadi dalam aktiva dan kewajiban hanyalah konsekuensi dan akibat dari pendapatan dan beban.
Telah mengarah dengan diakuinya hal-hal seperti “beban yang ditangguhkan”, “kredit yang ditangguhkan”, dan “cadangan” dalam laporan posisi keuangan yang tidak mencerminkan sumber daya ekonomi dan kewajiban namun diperlukan untuk memastikan adanya penandingan dan penentuan laba dengan benar.
MASALAH 2-7 : DEFINISI
AKTIVA.
Definisi aktiva dari beberapa pandangan
  • Pandangan Aktiva/Kewajiban
Menurut pandangan in, aktiva adalah sumber daya ekonomi dari sebuah perusahaan; mereka mencerminkan keuntungan di masa depan yang diharapkan menimbulkan  arus kas masuk bersih secara langsung maupun tidak langsung.
Sumber daya ekonomi sendiri antara lain :
  1. Sumber daya produktif perusahaan
  2. Hak-hak kontraktual untuk sumber daya produktif
  3. Produk
  4. Uang
  5. Klaim untuk menerima uang
  6. Kepemilikan saham di perusahaan lain
  7. Pandangan Pendapatan/Beban
Aktiva didefinisikan bukan hanya menurut pandangan aktiva saja, tapi juga hal-hal yang tidak mencerminkan sumber daya ekonomi dan diperlukan untuk penandingan yang benar dan penentuan laba.
  • Aktiva sebagai bagian dari “laporan sumber dan komposisi modal perusahaan”. Menurut pandangan ini, aktiva membentuk “komposisi saat ini dari modal yang diinvestasikan”.
Karakteristik Umum Aktiva :
  1. Menggambarkan potensi arus kas yang akan diterima.
  2. Keuntungan potensial yang diperoleh perusahaan.
  3. Konsep legal dari harta kekayaan (properti) dapat mempengaruhi definisi akuntansi atas aktiva.
  4. Dapat diperoleh di masa lalu atau dari transaksi atau peristiwa saat ini.
  5. Dapat dipertukarkan.
 Dari uraian di atas, definisi yang diperlukan hendaknya mampu memenuhi generalisasi penerapan yang diminta kerangka konseptual dan  memperhitungkan karakteristik berikut ini :
  • Aktiva hanya mencerminkan sumber daya ekonomi dan tidak termasuk “beban yang ditangguhkan”.
  • Aktiva mencerminkan potensi arus kas bagi perusahaan.
  • Aktiva mencerminkan hak legal yang mengikat kepada keuntungan tertentu, hasil-hasil dari masa lalu atau transaksi saat ini dan meliputi seluruh komitmen, seperti dalam kontrak pelaksanaan.
  • Dapat dipertukarkan bukan merupakan karakteristik yang penting dari aktiva kecuali untuk “beban yang ditangguhkan” agar tetap memasukkan semua yang tidak berwujud sebagai aktiva dan tidak memasukkan beban yang ditangguhkan.

KEWAJIBAN
  • Pandangan Aktiva/Kewajiban
Kewajiban adalah keharusan perusahaan untuk mentransfer sumber daya ekonomi kepada entitas lain di masa depan.
  • Pandangan Pendapatan/Beban
Kewajiban juga kredit-kredit yang ditangguhkan dan cadangan tertentu yang tidak mencerminkan kewajiban untuk mentransfer sumber daya ekonomi namun dibutuhkan untuk prinsip penandingan yang benar dan penentuan laba.
  • Pandangan yang timbul dari persepsi neraca
Kewajiban terdiri atas sumber modal dan meliputi kredit yang ditangguhkan serta cadangan tertentu yang tidak mencerminkan kewajiban untuk mentransfer sumber daya ekonomi.
Karakteristik Umum Kewajiban :
  1. Pengorbanan sumber daya ekonomi di masa depan.
  2. Mencerminkan tanggung jawab bagi satu perusahaan tertentu.
  3. Kewajiban dapat dibatasi hanya berupa utang-utang sah (legal).
  4. Kewajiban terjadi dari transaksi atau peristiwa masa lalu atau yang terjadi saat ini.

PENGHASILAN
  • Pandangan Aktiva/Kewajiban
Peningkatan dari aktiva bersih perusahaan diluar beban-beban “modal”.
  • Pandangan Pendapatan/Beban
Penghasilan diperoleh dari penandingan antara pendapatan dan keuntungan serta mungkin pula dari keuntungan dan kerugian.
Setiap komponen dari penghasilan (penndapatan, beban, keuntungan, dan kerugian) dapat didefinisikan sebagai berikut :
1) Pendapatan dan Beban
  • Menurut pandangan aktiva/kewajiban, pendapatan didefinisikan sebagai peningkatan  aktiva dan penurunan kewajiban yang tidak mempengaruhi modal.
Begitu pula beban, yang mencakup keuntungan dan kerugian, didefinisikan sebagai penurunan aktiva atau peningkatan kewajiban yang timbul dari penggunaan sumber daya ekonomi dan jasa selama satu periode tertentu.
  • Menurut pandangan pendapatan/beban, pendapatan, mencakup keuuntungan dan kerugian yang timbul dari penjualan barang dan jasa dan pertukaran aktiva selain dari persediaan, bunga, dan dividen yang diperoleh dari investasi dan peningkatan-peningkatan lain dari ekuitas pemilik selama satu periode diluar kontribusi dan penyesuaian modal.
Beban merupakan biaya-biaya yang dikeluarkan berkaitan dengan pendapatan periode tertentu.
2) Keuntungan dan Kerugian
  • Menurut pandangan aktiva/kewajiban, keuntungan merupakan meningkatnya aktiva bersih di luar peningkatan dari pendapatan atau perubahan modal.
Kerugian merupakan menurunnya aktiva bersih di luar penurunan dari beban atau perubahan modal.
  • Menurut pandangan pendapatan/beban, keuntungan merupakan kelebihan penerimaan diatas harga perolehan dari aktiva  yang dijual.
Kerugian didefinisikan sebagai kelebihan di atas penerimaan yang dijual, dibuang, atau hancu sebagian karena kecelakaan.
3) Hubungan antara penghasilan dan komponen-komponen
  1. Laba = Pendapatan – Beban + Keuntungan – Kerugian
  2. Laba = Pendapatan – beban
  3. Laba = Pendapatan (termasuk keuntungan) – beban (termasuk kerugian)
4) Akuntansi Akrual
Hal-hal yang mendasari konsep akuntansi akrual :
  • Akrual adalah proses akuntansi yang mengakui peristiwa dan kejadian nonkas pada saat mereka terjadi atau dengan kata lain pengakuan pendapatan dan peningkatan aktiva yang berkaitan dengan pengakuan beban dan peningkatan kewajiban yang berkaitan dalam jumlah tertentu yang diharapkan akan diterima atau dibayarkan, biasanya dalam bentuk kas di masa depan.
  • Penaggguhan adalah proses akuntansi yang mengakui penerimaan kas saat ini sebagai kewajiban dan mengakui pembayaran kas saat ini sebagai aktiva dengan harapan akan terjadi dampak di masa yang akan datang.
  • Alokasi adalah proses akuntansi yang menempatkan jumlah tertentu menurut rencana atau rumus tertentu.
  • Amortisasi adalah proses akuntansi untuk secara sistematis memperkecil jumlah tertentu melalui pembayaran ataupun penghapusan secara berkala.
  • Realisasi adalah proses pengkonversian sumber daya dan hak-hak nin kas menjadi uang. Realisasi paling tepat digunakan dalam pelaporan akuntansi dan keuangan untuk merujuk kepada penjualan aktiva untuk mendapatkan sejumlah uang atau klaim atas sejumlah uang.
Pengakuan adalah proses pencatatan atauu pemasukan secara formal suatu hal dalam rekeningg dan laporan keuangan perusahaan
 Sumber : http://dindaituchdindhoet.wordpress.com/2010/10/19/kerangka-konseptual-fasb/

Sunday, September 22, 2013

Soal Komprehensif Penggabungan Usaha S1-36

PT. Integrasi Industri melakukan perjanjian penggabungan usaha dengan PT. Hidrologi Kimia untuk memastikan pasokan yang tidak terputus dari  bahan baku untama dan untuk merealisasikan manfaat ekonomis dari penggabungan proses operasi dan usaha pemasaran untuk kedua perusahaan. Dalam perjanjian disebutkan PT. Integrasi Industri mengeluarkan 180.000 lembar saham biasa dengan nilai nominal Rp. 1.000 untuk ditukarkan dengan semua aset dan kewajiban PT. Hidrologi Kimia. Saham PT. Integrasi Industri didistribusikan kepada para pemegang saham PT. Hidrologi Kimia dan PT. Hidrologi Kimia dilikuidasi.

Berikut adalah neraca PT. Hidrologi Kimia sesaat sebelum penggabungan usaha, termasuk nilai wajarnya :

Soal Komprehensif Penggabungan Usaha S1-36

Sesaat sebelum penggabungan usaha, saham biasa PT. Integrasi Industri diperdagangkan senilai Rp. 14.000 per lembar. PT. Integrasi Industri mengeluarkan biaya langsung Rp. 135.000.000 dalam pelaksanaan penggabungan usaha dan Rp. 42.000.000 biaya untuk pendaftaran dan pengeluaran saham biasa yang dikeluarkan untuk penggabungan.

Diminta :
  1. Buatlah semua ayat jurnal yang dicatat oleh PT. Integrasi Industri pada pembukuannya untuk mencatat penggabungan usaha.
  2. Buatlah semua ayat jurnal yang seharusnya dicatat oleh PT. Hidrologi Kimia pada pembukuannya untuk mencatat penggabungan usaha dan pendistribusian saham yang diterima.
Jawab : klik disini

Thursday, September 19, 2013

Apakah Menabung Bisa Membuat Anda Semakin Kaya ??

Saat masih kecil dulu kita semua pasti pernah mendengar kalimat bijak bahwa "Rajin Pangkal Pandai, Menabung Pangkal Kaya". Dahulu kita membenarkannya, tapi bagaimana dengan saat ini??

Kita semua tahu kalau kita menabung di bank, maka kita akan mendapatkan bunga sehingga semakin lama jumlah tabungan kita akan semakin bertambah. Sekarang mari kita berpikir sedikit lebih kritis, apakah kita bertambah kaya dengan bunga yang kita dapatkan dari bank?

Anggap saja sekarang anda punya uang sebanyak sepuluh juta rupiah (Rp. 10.000.000,-). Uang ini anda tabung ke dalam deposito berjangka 1 tahun dengan bunga 8%. Apabila kita hitung secara sederhana, di tahun mendatang jumlah uang tabungan kita akan bertambah menjadi Rp. 10.800.000,-.

Pertanyaannya adalah: Apakah anda bertambah kaya?

Apabila anda hanya melihat dari angka nominal, jawabannya adalah BENAR. Anda makin kaya. Alasannya
adalah jumlah uang anda bertambah sebesar delapan ratus ribu rupiah (Rp. 800.000,-).

Sekarang mari kita lihat dari aspek real atau nilai real dari uang itu. Anggap saja pada tahun ini harga satu kotak rokok adalah sepuluh ribu rupiah (Rp. 10.000,-). Dengan uang sebesar sepuluh juta rupiah, pada saat ini anda dapat membeli 1.000 kotak rokok.

Pada tahun berikutnya, jumlah uang anda bertambah menjadi Rp. 10.800.000,-. Di sisi lain, harga rokok juga naik, katakanlah menjadi Rp. 11.000,-. Jadi dengan jumlah uang anda pada saat itu, anda hanya bisa membeli 981 kotak rokok. Lebih sedikit 19 kotak dibandingkan dengan sekarang.

Kembali ke pertanyaan semula: Apakah anda bertambah kaya?

Jawabannya adalah TIDAK. Sebab jumlah barang yang bisa anda beli dengan uang anda justru semakin sedikit.

TIPS :

Dalam memilih produk tabungan, anda juga perlu turut memperhitungkan inflasi. Bunga dari tabungan anda harus lebih tinggi dari tingkat inflasi. Apabila tidak, maka anda akan menjadi semakin miskin.