Friday, November 01, 2013

Budgeting

Selamat sore blogger,
 
Dalam buku "Millionaire Next Door" yang menjadi best seller, Danko dan Stanley membeberkan fakta-fakta yang mereka temukan dalam survei terhadap orang-orang kaya. Salah satu fakta yang menarik disini adalah, bahwa Danko dan Stanley menemukan bahwa orang-orang kaya menyediakan waktu dua kali lebih banyak daripada orang biasa untuk melakukan "Budgeting". Dari fakta ini kita dapat melihat bahwa sebenarnya "budgeting" itu penting sekali dalam proses perencanaan keuangan.

Apa sih yang dimaksud dengan "budgeting" itu? "Budgeting" adalah proses pembuatan anggaran pendapatan dan belanja. Mungkin istilah anggaran pendapatan dan belanja sudah sering terdengar oleh Anda. Benar, dalam berita-berita di surat kabar tentunya kita sering mendengar kata APBN alias Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara. Negara kita saja menggunakan anggaran dalam perencanaan keuangannya. Kita juga butuh anggaran untuk mengelolah keuangan kita, dalam hal ini kita sebut saja anggaran pendapatan dan belanja pribadi / keluarga.

Bagaimana cara membuat anggaran? Pertama-tama, kita definisikan terlebih dahulu segala jenis pendapatan yang kita miliki. Untuk kebanyakan orang, sumber pendapatan utamanya adalah gaji. Mungkin saja masih ada pendapatan lainnya seperti royalti, bunga, pendapatan sewa, dan lain-lain. Tuliskan saja semua jenis pendapatan Anda, misalnya:

PENDAPATAN:
Gaji  Rp. 4.000.000,-
Royalti Rp. 500.000,-
==================================
TOTAL PENDAPATAN Rp. 4.500.000,-

Nah, selanjutnya Anda perlu mendefinisikan pos-pos pengeluaran yang besar buat Anda. Pos-pos pengeluaran ini beragam, sangat bergantung pada individu / keluarga yang bersangkutan. Biasanya pos-pos pengeluaran mencakup: makanan / kebutuhan harian, pakaian, pendidikan, kesehatan, rekreasi, transportasi, asuransi, tabungan, pembayaran kredit, dan lain-lain.

Setelah Anda mendefinisikan pos-pos pengeluaran Anda, selanjutnya Anda memberi jatah sejumlah uang untuk masing-masing pos. Misalkan saja Anda ingin menabung sebesar Rp. 400.000,- setiap bulannya, atau Anda menjatahkan uang sebesar Rp. 500.000,- untuk keperluan rekreasi. Berikut dibawah ini adalah contoh anggaran belanja:

BELANJA
Makanan/Kebutuhan Harian Rp. 1.500.000,-
Pakaian                                   Rp. 300.000,-
Pendidikan                              Rp. 500.000,-
Kesehatan                               Rp. 300.000,-
Rekreasi                                  Rp. 500.000,-
Transportasi                             Rp. 300.000,-
Asuransi                                  Rp. 250.000,-
Tabungan                                Rp. 450.000,-
Pembayaran Kredit                 Rp. 500.000,-
Lain-lain                                 Rp. 400.000.-

=================================
TOTAL BELANJA             Rp. 4.500.000,-

Pembagian jatah untuk masing-masing pos pengeluaran sangatlah beragam, tergantung dari sudut pandang Anda terhadap pos pengeluaran tersebut. Mungkin saja Anda menganggap bahwa rekreasi tidak begitu penting, dan pendidikan jauh lebih penting bagi Anda.

Jadi Anda dapat memotong sebagian uang rekreasi, dan menambahkan jatah biaya untuk pos pendidikan.

Ingat, bagaimanapun juga komposisi belanja Anda, total belanja harus LEBIH KECIL daripada total pendapatan. Usahakan Anda dapat menabung setidaknya 10% dari total pendapatan.

Tentunya anggaran ini hanya dapat berguna bagi Anda apabila Anda menerapkannya ke dalam kehidupan harian Anda. Oleh karena itu, setiap harinya Anda perlu melakukan intropeksi setiap kali Anda mengeluarkan uang. Periksa kembali untuk pos belanja manakah uang tersebut dikeluarkan, dan apakah jatah belanja untuk pos tersebut masih mencukupi? Apabila jatah belanja Anda sudah hampir habis, maka Anda perlu melakukan penghematan pada pos belanja tersebut.

by David Ciang

Thursday, October 31, 2013

Bedah Buku Cash Flow Quadrant

Selamat pagi.. Pada kesempatan kali ini saya akan mengupas mengenai salah satu buku yang konsepnya sangat terpakai dalam dunia keuangan pribadi, yaitu buku The Cashflow Quadrant karangan Robert T Kiyosaki.

Buku ini membahas konsep mengenai cara orang mendapatkan income, yang dibagi menjadi 4 quadran dan digambarkan dalam diagram sebagai berikut:

    E | B

-----------

    S | I

Dari diagram diatas Anda dapat melihat bahwa pada bagian kiri diagram terdapat huruf E yang melambangkan Employee atau karyawan/pegawai, dan S yang melambangkan Self-Employed atau pekerja lepas. Sementara di bagian kanan terdapat huruf B yang melambangkan Business-Owner dan huruf I yang melambangkan Investor.

Yang menarik dari konsep ini adalah mengapa quadran dipisahkan menjadi quadran kiri dan quadran kanan? Ternyata, orang-orang yang hidup pada quadran kiri (sebagai employee dan self-employed), setiap harinya harus bekerja keras untuk mencari uang. Sedangkan di sisi kanan, orang yang hidup sebagai Business-Owner dan Investor dapat dengan santai menikmati hidup karena uang lah yang mencari mereka.

Tidak percaya dengan konsep ini?

Buku ini dibuka dengan cerita mengenai Bill dan Ed. Bill dan Ed tinggal pada suatu desa yang terpencil, dimana desa tersebut kesulitan dalam mencari air bersih. Oleh karena itu para tetua desa mengontrak Bill dan Ed dengan tugas menyediakan air bersih untuk kebutuhan desa.

Ed dengan segera membeli 2 ember, dan dengan penuh semangat setiap hari berlari ke danau yang lumayan jauh dari desa untuk mengambil air. Ed langsung menghasilkan uang dengan cara
bekerja keras dari pagi hingga petang, mengangkut air dari danau untuk dijual ke desa.

Dalam Cashflow Quadrant, Ed adalah seorang E (Employee). Ed bekerja keras untuk menghasilkan uang. Biasanya uang yang dihasilkan akan sebanding dengan waktu yang dikorbankan untuk bekerja. Semakin lama Ed bekerja, maka incomenya akan semakin banyak. Namun bila Ed sedang sakit atau sedang berlibur, incomenya akan menghilang.

Berbeda dari Ed, Bill mencari penanam modal yang dapat membiayai rencananya. Lalu Bill bersama krunya membangun saluran air dari danau menuju ke desa. Bill memerlukan waktu setahun untuk membangun saluran airnya, dan selama setahun tersebut Bill sama sekali tidak memiliki income. Namun setelah saluran airnya berhasil dibangun, air bersih dapat terus mengalir menghasilkan uang bagi Bill. Saluran airnya dapat bekerja 24 jam sehari, tujuh hari seminggu. Walaupun Bill sedang tidur, ataupun sedang pergi liburan, saluran air dapat terus bekerja menghasilkan uang bagi Bill.

Dalam Cashflow Quadrant, Bill adalah seorang B (Business-Owner). Berbeda dari Ed yang bekerja untuk menghasilkan uang, Bill membangun sebuah sistem yang akan menghasilkan uang bagi Bill. Dan pada saat sistem sudah berjalan, uang akan mengalir terus untuk Bill, 24 jam sehari, tujuh hari seminggu. Walaupun Bill sedang tidur maupun sedang liburan.

Cerita pembuka diatas memberikan gambaran mengenai perbedaan dahsyat antara quadran kiri dan quadran kanan. Dimana orang-orang yang hidup pada quadran kiri harus bekerja keras setiap harinya untuk mencari income, sementara orang-orang pada quadran kanan memiliki sistem yang dapat bekerja menghasilkan uang bagi mereka.

Bagaimana dengan Anda?

Apakah Anda bekerja keras untuk menghasilkan uang?

Atau Anda sedang membangun saluran untuk menghasilkan uang?
Konsep dari Cashflow Quadrant ini telah dipakai oleh banyak orang untuk mencapai Kebebasan Finansial. Bila Anda merasa tertarik untuk mempelajari lebih lanjut mengenai The Cashflow Quadrant, bukunya bisa didapat di Gramedia ataupun toko-toko buku favorit Anda.

Semoga pembahasan ringkas mengenai Cashflow Quadrant ini dapat berguna bagi banyak orang.

Thursday, October 24, 2013

Penulisan Kata "AAMIIN" Yang Benar Menurut Ejaan Bahasa Indonesia

Diantara Sahabat Muslim, banyak yang tidak tepat dalam penulisan kata AAMIIN, berikut ini ulasan singkat Penulisan Kata "AAMIIN" Yang Benar Menurut Ejaan Bahasa Indonesia. (mohon Share/bagikan ke teman FB ataupun Blog)

بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيمِ

Dengan menyebut nama Allah Yang Maha Pemurah lagi Maha Penyayang

Sudah Benarkah Ucapan “Aamiin...” Kita ???

1. ”AMIN” (alif dan mim sama-sama pendek), artinya AMAN, TENTRAM

2. “AAMIN” (alif panjang & mim pendek), artinya MEMINTA PERLINDUNGAN KEAMANAN

3. ”AMIIN” (alif pendek & mim panjang), artinya JUJUR TERPERCAYA

4. “AAMIIN” (alif & mim sama-sama panjang), artinya YA TUHAN, KABULKANLAH DOA KAMI

Mungkin artikel ini tidaklah seberapa penting buat sebagian orang, tapi buat penulis pribadi teramat sangatlah penting. Sering penulis temui diantara teman-teman FB yang menurut penulis salah dalam penulisan Aamiin. Ada yang menulis “amin“, “amiin”, “aamin” bahkan tidak jarang juga ada yang menulis “Amien”

Seperti kita ketahui Lafaz Aamiin diucapkan didalam dan diluar shalat, diluar shalat, aamiin diucapkan oleh orang yang mendengar doa orang lain. Aamiin termasuk isim fiil Amr, yaitu isim yang mengandung pekerjaan. Maka para ulama jumhur mengartikannya dengan Allahummas istajib (ya Allah ijabahlah). Makna inilah yang paling kuat dibanding makna-makna lainnya seperti bahwa aamiin adalah salah satu nama dari asma Allah Subhanahu wata’alaa.

Membaca aamiin adalah dengan memanjangkan a (alif) dan memanjangkan min, apabila tidak demikian akan menimbulkan arti lain.

Dalam Bahasa Arab, ada empat perbedaan kata “AMIN” yaitu : 1. ”AMIN” (alif dan mim sama-sama pendek), artinya AMAN, TENTRAM 2. “AAMIN” (alif panjang & mim pendek), artinya MEMINTA PERLINDUNGAN KEAMANAN 3. ”AMIIN” (alif pendek & mim panjang), artinya JUJUR TERPERCAYA 4. “AAMIIN” (alif & mim sama-sama panjang), artinya YA TUHAN, KABULKANLAH DOA KAMI.

Terus Bagaimana dengan pengucapan/Penulisan “Amien“ ??? Sebisa mungkin untuk yang satu ini (Amien) dihindari, karena Ucapan “Amien” yang lazim dilafadzkan oleh penyembah berhala (Paganisme) setelah do'a, ini sesungguhnya berasal dari nama seorang Dewa Matahari Mesir Kuno: Amin-Ra (atau orang Barat menyebutnya Amun-Ra). Marilah kita biasakan menggunakan kaidah bahasa yang benar dan jangan pernah menyepelekan hal yang sebenarnya besar dianggap kecil. Sekilas penjelasan yang singkat ini mudah-mudahan bermanfaat

Riwayat Hadits dari Anas bin Malik, bahwa Nabi Muhammad saw bersabda : " Perhatikanlah ketika Nabi Musa a.s munajat kepada ALLAH swt. Lalu ALLAH swt berfirman : " Hai Musa, kelak Aku akan berikan kapada Umat Muhammad saw 4 Huruf :

1. Huruf Pertama dari Kitab Taurat,
2. Huruf Kedua dari Kitab Zabur,
3. Huruf Ketiga dari Kitab Injil,
4. Huruf Keempat dari Kitab Al-Qur'an.

Lalu Nabi Musa bertanya : " Ya Tuhanku, Huruf apakah yang 4 macam itu ?" dan ALLAH swt menjawab:

Ke empat macam Huruf itu adalah Alif, Mim,Ya dan Nun. Yang di singkat menjadi " AaMiiN". Maka barang siapa mengucapkan AaMiiN seperti membaca 4 buah kitab - kitab yang di sebutkan di atas, yaitu Taurat, Zabur, Injil dan Al-Qur'an.

1. Maka dikatakannya bahwa Huruf Alif tertulis di Tiang Arsy ALLAH.

2. Huruf tertulis di Tiang Kursi, yaitu Huruf Mim.

3. Huruf Ya tertulis di Lauhil Mahfuzh.

4. Huruf Nun tertulis di Batang Qalam.

Maka barangsiapa mengucapkan AaMiiN, maka dengan Izin ALLAH dan dengan Kekuasaan-Nya keempat macam makhluk itu bergerak dan secara otomatis dapat berkata-kata meminta ampun ke hadirat ALLAH Yang Maha Kuasa untuk orang yang mengucapkan AaMiiN itu.

Kemudian ALLAH swt berfirman : " Saksikanlah oleh kamu sekalian pada saat ini benar - benar Aku telah mengampuni Dosa hambaKu, karena memang sifatKu Yang Maha Pengampun".

Teman - teman semuanya ini sebagai bahan Renungan juga bukan maksud saya untuk mengajari tapi tidak ada salahnya saya membagi Ilmu yang saya dapatkan dari belajar agama & Membaca Buku. Kita harus hati- hati dalam mengucapkan dan menulis AaMiiN karena kalau salah mengucapkan dan menulisnya secara Otomatis akan berubah Maknanya atau Artinya.

Adapun cara yang paling baik untuk mengucapkannya ialah suara "A" harus dibaca panjang dan suara "Min" pun harus di baca Panjang, misalnya " AaMiiN".

1. Jika di baca AaMiN artinya : Berimanlah ( A-nya di panjangkan dan Min-nya di pendekan ).

2. Jika di baca AMIIN artinya : Orang yang di percaya ( A-nya di pendekkan, MIN-nya di panjangkan ).

3. Jika di baca AAMIIN artinya : Terimalah Permohonanku (A-nya Panjang, MIN-nya Panjang).

Maka jika Anda mengucapkan dan Menulis AMIIN seperti point ke dua, maka artinya bukan mohon do'a supaya di terima, tapi melainkan Anda malahan Bilang," Percaya, Percaya." Apalagi kalau dalam tulisan yang menulis AAAAMMMMMIIIIIIIIINNNN itu Anda artikan sendiri apa artinya karena saya juga tidak mengetahui artinya.

Itulah gunanya bisa berbahasa arab yang benar karena kitab suci AL'QURAN berbahasa arab semoga bermanfaat buat saudara saudari semua kalau ada salah kata ana minta maaf. Salam ukhuwah fillah...

Semoga tulisan sederhana ini membawa banyak manfaat bagi yang membacanya. Segala kesalahan adalah dari saya pribadi, untuk itu saya mengucapkan mohon maaf yang sebesar-besarnya. Dan kebenaran itu mutlak milik Allah Azza Wa Jalla...Wallahu Musta'an

Subhanakallahumma wabihamdika asyhadu alla ila ha illa anta astaghfiruka wa atuubu ilaika . . ..

Artikel copas (copas artikel yang bagus-bagus kan tidak apa-apa ☺)