Wednesday, October 31, 2012

CARA MENGATASI MASALAH APAPUN

Masalah bisa datang dari mana saja dan kapan saja, gak ada seorang pun yang tahu

Contoh:
  1. Ketika Ujian, tidak bisa menjawab.
  2. Ketika berkendara terus nabrak orang.
  3. Nembak cewek tapi ditolak.
  4. Ngelamar kerja tapi gak diterima.
  5. Sakit.
Kalau sebuah masalah dianggap sebagai musibah, maka itu adalah musibah. Tapi jika sebuah masalah dianggap sebagai sebuah pelajaran, maka anda tidak akan pernah merasakan musibah. Walau dalam pikiran orang, anda sedang mengalami musibah.


Misal dari beberapa contoh tadi kita anggap sebagai pelajaran
  1. Ketika ujian, tidak bisa menjawab. Berarti kita harus lebih rajin belajar. 
  2. Ketika berkendara terus nabrak orang. Biasanya sang sopir mengantuk atau dalam pengaruh miras dan narkotika. berarti kalau sedang ngantuk, gak usah dipaksa berkendara dan DILARANG KERAS MENGKONSUMSI MIRAS DAN NARKOTIKA. DANGER!!!
  3. Nembak cewek tapi ditolak. Mungkin usaha kita kurang keras atau memang bukan jodoh kita ya. Hehehehe. Next harus lebih baik lagi PDKTnya dan usaha-usahanya. "Yakinlah yang terbaik untuk kitalah yang nantinya akan jadi pendamping sampai akhir hayat. ^_^" 
  4. Ngelamar kerja tapi gak diterima. Banyak penyebab seseorang gagal dalam melamar pekerjaan. Misal penampilan kurang rapi, tidak bisa menjawab pertanyaan saat diinterview user, dan banyak lagi. Maka pada saat melamar kerja, anda harus rapi (karena mencerminkan kebiasaan orangnya), harus benar-benar menguasai bidang yang anda lamar (tergantung jobdescnya). Wow... dalam satu masalah aja udah banyak pelajarannya.
  5. Sakit. Artinya kita harus menjaga kesehatan ya saudara saudari ^_^. "Menjaga lebih baik daripada mengobati"


Kesimpulan :
Masalah itu bukan musibah... Tetapi pelajaran yang membuat kita menjadi pribadi yang lebih baik dari sebelumnnya.
Yakinlah kalau semua masalah itu ada hikmahnya ;)

Semoga Bermanfaat

Wednesday, October 24, 2012

Kombinasi Pensil Dengan Foto Oleh Ben Heine

Berikut salah satu gambar karya Ben Heine
Seorang ilustrator sekaligus fotografer berbakat, Ben Heine telah membuat sebuah proyek yang luar biasa. Pemikiran kreatifnya memadukan antara seni dengan gambar yang menghasilkankan dua hal berbeda dalam satu frame yang sama. Proyek ‘Pensil Versus Kamera’. Ben menciptakan perspektif dengan mencocokkan garis dengan pemandangan latar belakang. Efek visual yang telah menjadi favorit di kalangan seniman dan fotografer. Berikut hasil kreasi Ben Heine.

Read more at http://uniqpost.com/50544/kombinasi-pensil-dengan-foto-oleh-ben-heine/


Sumber : http://uniqpost.com/




Tuesday, October 23, 2012

KH Ali Mustafa Yaqub: Pajak Demi Pembangunan Nasional


Ulang tahun kemerdekaan Republik Indonesia ke-67 tahun ini dibayangi krisis ekonomi yang melanda berbagai belahan dunia, khususnya Eropa dan Amerika Serikat. Krisis ini mulai terasa dampaknya di dalam negeri dengan menurunnya transaksi ekspor-impor yang turut berkontribusi dalam pendapatan negara.
Terkait hal ini, Rais Syuriah Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PB NU) KH Ali Mustafa Yaqub mengajak seluruh umat untuk mengisi kemerdekaan dengan terus mendukung pembangunan nasional yang berkelanjutan. Di antara beberapa caranya, adalah dengan berpartisipasi aktif dalam pembayaran pajak sebagai modal utama pembangunan.  "Membayar pajak adalah kewajiban bagi seluruh warga negara," kata pakar ilmu hadits dan guru besar Institut Ilmu Alquran (IIQ) Jakarta ini.
Pada 2012 ini, pemerintah menargetkan pendapatan negara dari sektor pajak sebesar Rp 885 triliun. Pada semester pertama tahun ini, penerimaan pajak baru sekitar 45 persen dari target yakni sekitar Rp 387 triliun.
Pelambatan penerimaan pajak ini bisa jadi dikarenan faktor eksternal dampak krisis global maupun faktor internal akibat menurunnya kesadaran masyarakat dalam membayar pajak.
"Ada pertanyaan di sini mengapa kesadaran tersebut masih rendah. Tentu saja pemerintah dan masyarakat harus sama-sama saling berintrospeksi diri," imbuh imam besar Masjid Istiqlal Jakarta ini.
Untuk mengejar target penerimaan pajak, Direktorat Jenderal (Ditjen) Pajak meluncurkan sejumlah kebijakan. Di antaranya adalah menggelar Sensus Pajak Nasional guna menjangkau wajib pajak baru dan verivikasi data bagi wajib pajak lama.
Selain itu, Ditjen Pajak juga memperbaiki sistem PPN. Tahapan awal perbaikan sistem PPN adalah dengan melaksanakan registrasi ulang pada Pengusaha Kena Pajak (PKP). Ditjen Pajak berencana akan mencabut sekitar 300 ribu PKP yang berpotensi menyelewengkan faktur pajak.  "Jangan sampai ada kebocoran pajak oleh oknum-oknum di pemerintahan maupun dari oknum pengusaha," ungkap anggota komisi fatwa Majelis Ulama Indonesia (MUI) ini menyarankan.
Selama ini status PKP rawan disalahgunakan oleh pengusaha dengan menerbitkan faktur pajak fiktif. Sejauh ini Ditjen Pajak telah mencabut sekitar 21 ribu perusahaan yang memiliki status PKP. Perusahaan-perusahaan tersebut dicabut status PKP-nya karena berstatus non-efektif dalam melaporkan pajaknya. Langkah ini diharapkan dapat mencegah kebocoran dalam penerimaan pajak PPN.

Sumber : http://www.pajak.go.id/