Sunday, April 21, 2013

Allah Bersama Orang-Orang Yang Sabar

Sejauh mana kesabaran kita?? Apa masih ada batasnya??
Seringkali kita mendengar perkataan orang "Saya sudah sabar, cuman kalau diusik terus ya bisa habis kesabaran saya". Mungkin yang seperti itu adalah sabar tingkat biasa. Mari kita semua tingkatkan kualitas kesabaran kita. InsyaAllah orang yang dulunya mengganggu atau mengusik kehidupan kita, akan berbalik menjadi teman kita, sahabat kita, yang saling menyayangi dan menghormati. Saya percaya orang sabar bisa meluluhkan hati walau sekeras karang.
Berikut beberapa penjelasan tentang kata sabar yang saya ambil dari Facebook Ustadz Yusuf Mansur. 
RODA KEHIDUPAN TERUS BERPUTAR, ALLAH BERSAMA ORANG2 YG SABAR - Bersabar adalah bukan tentang bangga mengakui bahwa kita bisa bersabar. Namun bersabar adalah tentang melatih jiwa yang angkuh mengakui kelebihan diri untuk bisa bersabar, dan legowo mengakui bahwa kesabaran dalam diri kita adalah hanya karena rahmat Allah.�Pandai bersabar adalah bukan bakat, tapi perenungan seorang pemilik logika sehat yang sangat mengerti tentang akibat. �Karena sudah berapa banyak kasus ceroboh yang mempersulit diri, dan apakah harus kita lakukan lagi dan lagi karena kita kurang bersabar?

Sabar adalah hak milik pribadi yang beriman, salah satunya adalah tentang keyakinannya akan janji Allah yaitu, Bersama setiap kesulitan, datang kemudahan. Hal inilah yang kemudian membentuk jiwa ramah dalam diri kita untuk melihat kehidupan ini yang seharusnya akan pasti mudah, karena tidak akan ada niatan dari Allah untuk menyulitkan Kita. Dan sebagai hasil akhir, kedamaian pun akan selalu meliputi jiwa.

Bersabar adalah bukan tentang mengerti orang lain, namun adalah tentang memuliakan jiwa kita sendiri yang sungguh sedang liar demi mengangkat derajat kita sendiri di hadapan Allah.�

Bersabar adalah bukan hanya tentang menahan amarah, namun di dalamnya terkandung maksud untuk membengkokkan kerasnya gengsi, dan menyadari bahwa diri hanyalah seorang hamba yang harus belajar minta maaf, dan mengajarkan hati dalam luasnya memaafkan.
Sumber : Ustadz Yusuf Mansur Network @Facebook